Pendidikan untuk Dunia Akhirat

Sabtu, 15 November 2008

Definisi Pendidikan

Pendidikan

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi.

Jenjang pendidikan

Jenjang pendidikan adalah tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.

Pendidikan anak usia dini

Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini mulai lahir sampai baligh (kalau perempuan ditandai menstruasi sedangkan laki-laki sudah mimpi sampai mengeluarkan air mani) adalah tanggung jawab sepenuhnya orang tua, apakah anak itu mau diarahkan Yahudi, Majusi, atau nashrani, atau Islam. pertanyaannya bagaimana kalau kedua orang tuanya sibuk bekerja? Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 1 butir 14, pendidikan anak usia dini didefinisikan sebagai suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan awal selama 9 (sembilan) tahun pertama masa sekolah anak-anak yang melandasi jenjang pendidikan menengah.

Pendidikan menengah

Pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan lanjutan pendidikan dasar. yang harus dilaksanakan minimal 9 tahun

Pendidikan tinggi

Pendidikan tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, doktor, dan spesialis yang diselenggarakan oleh [[perguruan tinggi Mata pelajaran pada perguruan tinggi merupakan penjurusan dari SMA, akan tetapi semestinya tidak boleh terlepas dari pelajaran SMA

Materi pendidikan

Materi Pendidikan harus disajikan memenuhi nilai-nilai hidup. nilai hidup meliputi nilai hidup baik dan nilai hidup jahat. penyajiannya tidak boleh pendidikan sifatnya memaksa terhadap anak didik, tetapi berikan kedua nilai hidup ini secara objektif ilmiah. dalam pendidikan yang ada di Indonesia tidak disajikan nilai hidup, sehingga bangsa Indonesia menjadi kacau balau seperti sekarang ini.

Jalur pendidikan

Jalur pendidikan adalah wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

Pendidikan formal

Pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.

Pendidikan nonformal

Pendidikan nonformal meliputi pendidikan dasar, dan pendidikan lanjutan.

Pendidikan dasar mencakup pendidikan keaksaraan dasar, keaksaraan fungsional, dan keaksaraan lanjutan paling banyak ditemukan dalam pendidikan usia dini (PAUD), Taman Pendidikan Al Quran (TPA), maupun Pendidikan Lanjut Usia. Pemberantasan Buta Aksara (PBA) serta program paket A (setara SD), paket B (setara B) adalah merupakan pendidikan dasar.

Pendidikan lanjutan meliputi program paket C(setara SLA), kursus, pendidikan vokasi, latihan keterampilan lain baik dilaksanakan secara terogranisasi maupun tidak terorganisasi.

Pendidikan Non Formal mengenal pula Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai pangkalan program yang dapat berada di dalam satu kawasan setingkat atau lebih kecil dari kelurahan/desa. PKBM dalam istilah yang berlaku umum merupakan padanan dari Community Learning Center (CLC)yang menjadi bagian komponen dari Community Center.

Pendidikan informal

Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.

Jenis pendidikan

Jenis pendidikan adalah kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.

Pendidikan umum

Pendidikan umum merupakan pendidikan dasar dan menengah yang mengutamakan perluasan pengetahuan yang diperlukan oleh peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Bentuknya: Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

Pendidikan kejuruan

Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Bentuk satuan pendidikannya adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).jenis ini termasuk ke dalam pendidikan formal.

Pendidikan akademik

Pendidikan akademik merupakan pendidikan tinggi program sarjana dan pascasarjana yang diarahkan terutama pada penguasaan disiplin ilmu pengetahuan tertentu.

Pendidikan profesi

Pendidikan profesi merupakan pendidikan tinggi setelah program sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memasuki suatu profesi atau menjadi seorang profesional. Salah satu yang dikembangkan dalam pendidikan tinggi dalam keprofesian adalah yang disebut program diploma, mulai dari D1 sampai dengan D4 dengan berbagai konsentrasi bidang ilmu keahlian. Konsentrasi pendidikan profesi dimana para mahasiswa lebih diarahkan kepada minat menguasai keahlian tertentu. Dalam bidang keahlian dan keprofesian khususnya Desain Komunikasi Visual terdapat jurusan seperti Desain Grafis untuk D4 dan Desain Multimedia untuk D3 dan Desain Periklanan (D3). Dalam proses belajar mengajar dalam pendidikan keprofesian akan berbeda dengan jalur ke-sarjanaan (S1) pada setiap bidang studi tersebut.

Pendidikan vokasi

Pendidikan vokasi merupakan pendidikan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu maksimal dalam jenjang diploma 4 setara dengan program sarjana (strata 1).

Pendidikan keagamaan

Pendidikan keagamaan merupakan pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan pengalaman terhadap ajaran agama dan/atau menjadi ahli ilmu agama.

Pendidikan khusus

Pendidikan khusus merupakan penyelenggaraan pendidikan untuk peserta didik yang berkelainan atau peserta didik yang memiliki kecerdasan luar biasa yang diselenggarakan secara inklusif (bergabung dengan sekolah biasa) atau berupa satuan pendidikan khusus pada tingkat pendidikan dasar dan menengah (dalam bentuk Sekolah Luar Biasa/SLB).

Filosofi pendidikan

Pendidikan biasanya berawal pada saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup.

Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia akan bisa (mengajar) bayi mereka sebelum kelahiran.

Banyak orang yang lain, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, "Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya."

Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam -- sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka -- walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.

Kualitas pendidikan

Ada dua faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan -- khususnya di Indonesia -- yaitu:

  • Faktor internal, meliputi jajaran dunia pendidikan baik itu Departemen Pendidikan Nasional, Dinas Pendidikan daerah, dan juga sekolah yang berada di garis depan.Dalam hal ini,interfensi dari pihak-pihak yang terkait sangatlah dibutuhkan agar pendidikan senantiasa selalu terjaga dengan baik.
  • Faktor eksternal, adalah masyarakat pada umumnya.Dimana,masyarakat merupakan ikon pendidikan dan merupakan tujuan dari adanya pendidikan yaitu sebagai objek dari pendidikan.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan

Kamis, 13 November 2008

UPI Kampus Tasikmalaya

Kangen dengan Kampus tercinta ini iseng-iseng nulis di google "UPI Kampus Tasikmalaya" dan saya menemukan ini. Diantaranya adalah :

1. Blog milik Pa Direktur tercinta


Emang si blog ini udah lama banget di buat, ya kira2 tahun 2007. Tapi sepenggal informasinya bisa kita dapat, terutama mengenai sejarah singkat UPI Kampus Tasikmalaya dan Dosen- dosen yang berada di kampus tasik.
Tapi emang, ngga up to date.


Di harapkan ke depannya UPI Kampus Tasikmalaya memilik sarana informasi UP TO DATE lewat dunia maya.


2. Blog Milik Pa Dindin


Blog ini berisi tentang karya ilmiah Pa Dindin yaitu "Strategi Belajar di Perguruan Tinggi (PT).

Teruslah Pa Pak mengelurakan karya-karyanya, supaya bermanfaat untuk Kalangan Civitas Akademika UPI Kampus Tasikmalaya.

Rabu, 12 November 2008

CPNS Kabupaten Cirebon Tahun 2008

Pengumuman Penerimaan CPNSD Kab. Cirebon telah di buka untuk lebih jelasnya silakan klik alamat di bawah ini

http://www.cirebonkab.go.id/files/seleksicpns2008.zip

Kamis, 06 November 2008

Rekrutmen CPNS Diminta Transparan

SUMBER-Belum pastinya rekrutmen CPNS yang berasal dari jalur umum, membuat masyarakat terus menunggu dan menunggu.

Berkenaan dengan hal tersebut, Komisi A DPRD Kabupaten Cirebon yang membidangi kepegawaian meminta kepada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Cirebon untuk transparan dalam melakukan tes perekrutan CPNS yang berasal dari jalur umum.

Menurut Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Cirebon, Handiyono, sebelum dibukanya pendaftaran dan seleksi CPNS, BKD maupun Pemkab Cirebon harus membuat aturan yang jelas mengenai seleksi CPNS khususnya yang berasal dari jalur umum. "Hal ini untuk menghindari adanya persoalan di kalangan masyarakat yang ingin memgikuti seleksi tes penerimaan CPNS di Kabupaten Cirebon," katanya kepada Radar, kemarin (15/9).

Handi mengatakan, keberadaan aturan yang jelas tersebut untuk menghindari persoalan yang akan timbul dalam proses pendaftaran dan seleksi CPNS. Sebab, jumlah anomi masyarakat yang cukup besar tidak sebanding dengan kuota yang tersedia dalam formasi CPNS.

"Sehingga nantinya bila hasil seleksi tersebut menggunakan nilai, maka BKD harus transparan dengan mengumumkan nilai-nilai bagi masyarakat yang mengikuti tes CPNS. Terlebih lagi beberapa waktu lalu ada oknum yang mengaku sebagai pegawai BKD yang bisa membantu seseorang menjadi CPNS itu juga harus mendapatkan perhatian yang serius dari BKD," tegasnya.

Sedangkan untuk pengangkatan sekdes yang jumlahnya mencapai 68 orang, Handiwiyono juga meminta agar BKD menggunakan aturan yang jelas dalam pengangkatan sekdes jadi PNS. Aturan yang jelas tersebut meliputi apakah sekdes yang diangkart tersebut berdasarkan usia atau masa pengabdian sekdes.

"Jangan sampai nanti ada sekdes yang masih usia muda dan belum lama menjadi sekdes juteru bisa diangkat menjadi PNS. Hal-hal semacam itu harus menjadia perhatian yang serius dari BKD dan Pemkab Cirebon. Sebab, adanya pendaftaran CPNS yang dari jalur honorer maupun jalur umum telah dinantikan oleh masyarakat sejak lama," ungkapnya.

Sementara itu, untuk tahun 2008 jumlah penerimaan CPN di Kabupaten Cirebon sebanyak 486 yang berasal dari jalur umum. Dari jumlah 485 tersebut, 375 untuk tenaga pengajar, 67 tenaga kesehatan dan 43 tenaga teknis lainnya. Sedangkan pengangkatan CPNS yang berasal dari jalur honorer sebanyak 310 yang terdiri dari 242 tenaga honorer yang masuk data base dan 68 sekdes.

sumber : radar cirebon

Formasi CPNS Belum Turun

Empat Kursi dari Jalur Honorer Dibatalkan
SUMBER
- Saat ini masyarakat umum di Kabupaten Cirebon menunggu informasi maupun pengumuman terkait pengangkatan CPNS yang berasal dari jalur umum. Persetujuan formasi yang diajukan oleh Pemkab Cirebon ke Badan Kepegawain Nasional (BKN) pusat belum juga turun.
“Kita sudah lama mengajukan persetujuan formasi untuk penerimaan CPNS dari jalur umum, namun hingga saat ini persetujuan tersebut belum juga turun,” kata Kepala Badan Kepegawian Daerah (BKD) KabupatenCirebon, Drs H Zaeanl Abidin Rusyamsi MM seusai menghadiri halal bil halal jajaran Dinas Kesehetan Kabupaten Cirebon di ballroom Hotel Apita, Rabu (8/10).
Menurut pria yang akrab dipanggil Joni ini, berdasarkan informasi yang diperoleh dari BKN pusat, persetujuan tersebut akan turun pada Oktober ini dan paling lambat pada November. Bahkan dia berjanji bila persetujuan formasi yang diajukan tersebut telah disetujui, maka pihaknya akan mengumumkan melalui media massa.
“Mudah-mudah bulan ini bisa keluar persetujuan formasi tapi yang jelas penerimaan CPNS akan dilakukan pada tahun ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Joni yang juga mantan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon itu menyatakan bahwa untuk jalur umum, BKD telah mengajukan formasi sebanyak 68 untuk bidang kesehatan, 43 umum, dan 375 tenaga pendidikan. Sedangkan untuk jalur tenaga honorer yang telah melakukan pemberkasan beberapa waktu lalu telah diajukan ke BKN. “Kami sedang menunggu nomor induk pegawai (NIP) bagi CPNS yang berasal dari tenaga honorer dan mudah-mudahan segera keluar,” ujarnya.
Sementara itu, Joni mengungkapkan, dari sekitar 400 CPNS yang berasal dari jalur honorer, sebanyak empat CPNS dibatalkan dengan berbagai alasan, seperti meninggal atau mengajukan surat pengunduran diri. Dengan adanya empat orang yang mundur, langsung diganti dengan nama CPNS yang berada di bawahnya.
“Saat ini masih sekitar 154 tenaga honorer yang masuk dalam database belum diangkat menjadi CPNS, dan akan diangkat pada tahun 2009,” ungkapnya.

sumber : radar cirebon

Selasa, 04 November 2008

Menunggu Kepastian tentang Pendaftaran CPNS di Kabupaten Cirebon


Mungkin sudah sekian lama, berita adanya pengumuman lowongan CPNS Umum di Kabupaten Cirebon beredar. Isu ini sangat menyiksa masyarakat, khususnya mereka yang telah lama menanti kepastian pengumuman pendaftaran CPNS Jalur Umum ini.

Di Zaman sekarang ini, masih banyak masyarakat mengharapkan untuk di angkat sebagai PNS, karena dari sebagian masyarakat beranggapan bahwa dengan menjadi PNS kehidupan sosial dan ekonomi dapat meningkat dan jauh lebih baik.

Pemerintah Pusat dan Daerah seharusnya peka terhadap masalah ini. Jangan sampai adanya Pendaftaran CPNS menjadi ladang bisnis bagi beberapa oknum yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah diharapkan terbuka dengan adanya formasi Umum pendaftaran CPNS


Mudah-mudahan pengumuman CPNS formasi tahun 2008 segera di umumkan sebelum akhir tahun 2008 ini.

Bagi yang pelamar yang menunggu segeralah bersiap-siap. Sukses buat semuanya.

Senin, 03 November 2008

SEKOLAH DUNIA AKHIRAT






Hari-hari ini tentulah saat bagi banyak orang tua untuk menentukan ke mana anak-anaknya harus melanjutkan sekolah. Bagi yang berduit barangkali tidak terlalu ambil pusing sekolah jenis apa yang diingini anaknya. Tetapi bagaimana dengan yang penghasilannya pas-pasan saja? Proporsionalkah mengorbankan sekolah anak hanya karena ketidakmujuran orang tua?

Dilihat dari kepentingannya, seharusnya memang anak berhak untuk mendapatkan apa yang menjadi kebutuhannya, utamanya bagi masa depannya kelak. Sekalipun kesuksesan di sekolah bukan jaminan bagi kesuksesan kehidupan anak secara keseluruhan, namun tetap ada korelasinya. Sesederhana apapun, pendidikan tetap merupakan kebutuhan pokok bagi setiap generasi. Setidaknya pendidikan yang memenuhi persyaratan minimal untuk bisa survive dalam persaingan.

Al-Qur'an sejak 14 abad silam telah mengingatkan, diantaranya lewat surah az-Zumar: 9 "...Katakanlah: 'Adakah sama orang-orang yang mengerti dengan orang-orang yang tidak mengerti?'..."

Mengerti dan tidak mengerti merupakan titik pembeda, sebagai hasil dari proses pendidikan. Memang cakupan 'mengerti' dalam ayat ini sangat luas, bukan hanya berdimensi akal pikiran. Mengerti ini menyangkut pemahaman, juga kesadaran nurani. Bedakan dengan 'mengetahui' yang berdimensi jasadi (melihat, menyaksikan, mendengar dsb.)

Pada dimensi ini, maka pendidikan yang dibutuhkan oleh setiap generasi juga sehausnya mencakup wilayah yang sangat luas. Bahkan pada dasarnya seluruh hiruk-pikuk kehidupan ini merupakan sarana pendidikan juga. Tetapi tentu saja tidak semua orang bisa belajar dari lingkungannya. Dan lebih sedikit lagi yang bisa mengandalkan kemampuannya untuk mengambil pelajaran guna membekali hidupnya. Diperlukan dasar-dasar kemampuan pribadi untuk bisa melakukan analisa, perhitungan, kalkulasi, prediksi dan sejenisnya. Lalu juga dibutuhkan kemampuan tambahan untuk mempergunakan hati nuraninya dalam pengambilan keputusan.

Kita tidak bisa mengatakan bahwa sekolah dan kuliah adalah segala-galanya bagi anak. Tetapi setidaknya itu merupakan jalan, pembuka bagi didapatnya kemampuan pribadi. Latihan-latihan yang mereka peroleh di bangku sekolah jelas tidak sekompleks dalam panggung kehidupan nyata. Tetapi kepala anak didik yang terbiasa berpikir kritis dan dikejar target di sekolah, akhirnya itu bisa dimanfaatkan untuk banyak hal.

Kreativitas pribadi, juga bisa muncul dari mana saja. Banyak contoh, anak-anak yang tidak mendapatkan jatah pendidikan (dalam artian sekolah) secara memadai, ternyata bisa melakukan sesuatu yang luar biasa setelah dewasa. Ada yang jadi miliuner, ada yang menjadi penemu dan namanya melegenda. Ada yang menjadi pemimpin yang disegani baik oleh lawan maupun kawan. Tetapi apakah kita akan terpaku pada contoh-contoh seperti itu? Jumlah anak kreatif boleh dikata seribu banding satu. Apakah kalau anak kita bukan yang satu itu, lantas kita tidak mengantisipasi kalau-kalau ia termasuk di antara yang seribu?

Islam bahkan menekankan begitu tegas, bahwa ilmu sangatlah penting. Menuntut ilmu dinilai lebih tinggi ketimbang menghabiskan semalaman untuk beribadah. Mereka yang mati di jalan menuju ilmu, bisa dikategorikan mati syahid. Mereka yang berilmu juga ditinggikan beberapa derajat bersama orang-orang yang beriman.

Padahal sudah jelas, bahwa Islam bukanlah 'agama ilmu'. Artinya Islam sangat mementingkan amal nyata. Ilmu tanpa amal ibarat tanaman tak berbuah, kata orang bijak. Seruan Islam untuk meningkatkan amal sebanyak-banyaknya itu diiringi dengan motiasi kuat untuk mencari ilmu. Sebab beramal tanpa ilmu ibarat orang buta berlari kencang, gampang kesasar dan tidak bisa mengevaluasi jalan yang telah dilewati.

Tentang perlunya bekal hidup di dunia berupa ilmu untuk mencapai kehidupan akhirat, mungkin kita sudah tidak mempersoalkan lagi. Sekarang yang kita hadapi adalah kenyataan, bahwa tidak semua lembaga ilmu memberikan bekal itu kepada anak-anak kita. Kenyatannya, kita lebih sering harus memberikan kepada mereka bekal setengah-setengah. Artinya, dimensi bekal itu sendiri tidak bisa menyeluruh. Mungkin terlalu bernilai serba akhirat, terlepas dari dunia. Hasilnya, anak didik tidak siap bersaing dalam gerak cepat dan gelombang keduniaan. Mereka tersingkir dari perputaran yang semakin cepat. Artinya peran mereka sangat kecil, karena aktivitasnya hanya meliputi lingkungan yang sangat sederhana. Mereka tidak adapun tidak berpengaruh apa-apa terhadap masyarakatnya, apalagi terhadap stabilitas negara dan dunia.

Sebaliknya ada bekal yang terlalu mengagung-agungkan dunia. Seakan manusia hanya akan hidup sekali ini saja, sehingga surga dan neraka juga harus bisa disaksikan dan dirasakan saat masih hidup di dunia. Dengan bekal sedemikian, banyak diantaranya yang berhasil meraih sukses. Kekayaan, kekuasaan, kemewahan, mereka nikmati tanpa beban apa-apa. Gaya hidup yang serba bebas dan glamour merupakan bumbu kehidupan keseharian mereka. Senyum, tawa, dan bau parfum mereka merebak ke mana-mana. Tetapi karena salah didik, mereka lupa selain urusan dunia. Surga yang telah mereka minta semasa hidup, tidak akan lagi mereka dapatkan setelah mati. Berapa kerugiannya? Ibarat tidur setengah jam di sore hari kemudian terbangun dan gelisah ketakutan sampai pagi dan diteruskan sampai malam berikutnya.

Bekal yang berdimensi dunia akhirat ini, kalau memang tidak bisa didapatkan di sekolah, maka tetap menjadi tanggung jawab orang tua untuk memberikannya. Sebisa mungkin, orang tua harus mencarikan sekolah yang ideal, atau setidaknya paling ideal dari yang tidak ideal. Tapi bila itupun ternyata masih kurang, orang tua wajib melengkapinya.

Ketidakpercayaan bahwa sekolah tidak akan mampu memberikan bekal yang lengkap tidak perlu membuat orang tua mundur dari keharusannya menyekolahkan mereka. Sebab di sekolah anak-anak bisa belajar banyak, bagaimana bersosialisasi. Bila mereka hanya dididik semata-mata di rumah sendiri, maka mereka tidak sempat merasakan sakitnya diejek teman-temannya, tidak pernah didorong masuk kolam, tidak juga mengerti bahwa temannya bisa menangis bila pensilnya direbut. Akhirnya tidak lengkap juga didikan yang mereka peroleh jadinya.

Di saat kita masih sibuk berargumentasi, banyak kalangan lain yang sudah melesat jauh dalam mendidik anak-anak mereka. Mereka tidak puas hanya menyekolahkan anaknya di negeri sendiri. Mereka kirimkan ke pusat-pusat pendidikan internasional. Mereka beri kesempatan anak-anak itu berkembang secepat-cepatnya dan seluas mungkin. Dan sepulangnya, mereka juga telah disediakan lahan untuk mengaktualisasikan diri.

Kita tidak sedang membicarakan bahwa bersekolah ke luar negeri itu lebih baik. dari segi akhlaq, aturan moral, cara mendidik demikian tidak ada artinya. Tetapi bahwa anak-anak itu akan memiliki peran lebih banyak setelah mereka kembali, tidak bisa disangkal. Dan inipun merupakan tolok ukur yang penting terhadap keberhasilan pendidikan.

Sementara itu di sekitar kita juga tumbuh sekolah-sekolah elit yang ingin menghasilkan anak didik yang mampu bersaing dengan produk sekolah manapun juga. Sekolah-sekolah ini muncul dengan idealisme yang lebih tinggi. Tetapi ternyata sering-sering biayanya juga tak mau kalah dengan idealismenya yang menggapai langit. Bagaimana kita harus bersikap?

Sekolah-sekolah elit yang sekaligus mahal itu memang tidak sejalan dengan prinsip pemerataan pendidikan. Tetapi kehadirannya kita maklumi saja, karena memang merupakan tuntutan. Selalu saja terjadi, mereka yang sudah memiliki dasar kesejahteraanlah yang bisa menggapai metode pendidikan yang lebih baik. Mereka yang masih sibuk dengan urusan perut, tidak mungkin memberikan jatah pendidikan lebih baik bagi anak-anaknya.

Yang penting kita bisa mengantisipasi kekurangan-kekurangan tempat mendidik anak-anak kita. Berikan tambahan bila kurang, lengkapi bila masih pincang. Kita wajib sadar, bahwa mendapatkan pendidikan yang memadai merupakan hak bagi anak-anak. Kondisi orang tua tidak boleh menjadi alasan bagi langkah 'mengorbankan' masa depan mereka. Kenyataan yang akan mereka hadapi sungguh berbeda dengan apa yang ada sekarang ini. Kita boleh mendapatkan yang tidak ideal, dulu, dan seperti inilah kondisi kita sekarang. Tetapi jangan sampai hal ini menimpa pula anak cucu kita, karena kita dituntut untuk meninggalkan generasi yang lebih baik.

Artikel diambil dari http://www.unri.ac.id/web-site/ukm-islam/artikel/daf-isi.htm

Minat Baca Ummat Islam?



Indonesia, ditilik dari jumlah penduduk dan jumlah terbitan buku per tahunnya, masing sangat jauh ketinggalan dari negara yang kini dikatagorikan maju. Jumlah buku baru per tahun berkisar 3 juta buah, dengan 1000 judul. Bandingkan dengan jumlah penduduk negeri ini yang hampir mencapai 200 juta orang. Berapa persen yang membaca perkembangan terbaru dari buku-buku?

Lebih memprihatinkan lagi bila ditinjau lebih mendalam, bahwa ternyata sebagian besar dari buku-buku yang terbitan baru itu merupakan karya terjemahan. Sebenarnya ini tidak terlalu jadi masalah, bila yang diterjemahkan juga buku-buku baru. Ternyata, sebagian merupakan buku terbitan lama, lebih lima tahun lalu.

Karena bagian terbesar dari 200 juta orang Indonesia itu ummat Islam, maka dapat disimpulkan bahwa peminat buku di kalangan kita juga cukup payah. Silakan dihitung sendiri, berapa judul buku kita tuntaskan baca dalam setahun terakhir? Jangan-jangan tidak se-judulpun!

Bila demikian, apakah kita juga bersedia menghitung, dikemanakan waktu kita di luar kesibukan rutin yang berhubungan dengan pekerjaan dan kewajiban kita kepada Allah --termasuk di dalamnya, bertadarrus al-Qur'an? Bila masih ada kesempatan untuk membaca majalah atau koran, masih lumayan. Tetapi jangan-jangan waktu kita hanya habis untuk menonton televisi, yang 90% isinya hanya hiburan.

Sudah saatnya kita sadar. Mari kita isi otak dan pikiran kita dengan segala sesuatu yang bermanfaat. Ingatlah kita, bahwa di antara yang menyebabkan prestasi anak sekolah menurun, adalah ketagihan mereka untuk menonton televisi. Porsi untuk berpikir bagi penonton layar kaca ini sangat sedikit. Informasi yang tersaji, sudah sangat jelas, baik bunyi, angka, warna, maupun bentuknya. Kapan pemirsa diajak untuk berpikir, setidaknya membayangkan dan menganalisa kemungkinan? Jangan-jangan kita jadi tambah bodoh dan manja, bila setiap hari menghadapi hal-hal demikian, seperti penikmat film kartun yang dicocok hal-hal tak rasionalpun mau saja menerima.

Ummat Islam, sekali lagi, sudah saatnya sadar. Mari kita isi hari-hari kita dengan sesuatu yang lebih bermanfaat. Baca al-Qur'an dan menelaahnya, jangan pernah dilupakan, dengan menyediakan waktu rutin yang jelas setiap hari. Inilah sumber spirit dan penyeimbang hati nurani kita. Kemudian, beri kesempatan otak untuk menambah pengetahuan yang terus berkembang. Telan informasi-informasi yang penting, sesuai dengan kondisi yang kita hadapi. Baru bila masih ada waktu sisa, bisa diisi dengan membaca informasi lain-lain. Jangan dibalik, yang pertama adalah mencari tahu kebenaran gosip pertunangan artis A dengan aktor B. Apa gunanya? Biar tak pernah tahu juga tidak akan pernah rugi sama sekali, dunia akhirat.

Minat ingin tahu itu barulah merupakan permulaan. Bila telah memasyarakat, barulah pengembangan di bidang-bidang lain -- yang kita juga ketinggalan-- bisa dilakukan. Jangan lupakan printah Allah, iqra'!

artikel ini di ambil dari sumber : http://www.unri.ac.id/web-site/ukm-islam/artikel/daf-isi.htm

Jadwal Ujian Nasional Tahun Ajaran 2008/2009

Jadwal Ujian Nasional
16/10/2008 | BSNP

Berdasarkan kesepakatan bersama (BSNP, Depdiknas, dan Depag) diputuskan jadwal Ujian Nasional sebagai berikut :

- SMA/MA (20 -- 24 April 2009)
- SMP/Mts (27 -- 30 April 2009)
- SD/MI (12 -- 14 Mei 2009)
- SMK/SMALB (20 -- 22 April 2009)

Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut silakan menghubungi:
  1. Kaharuddin Arafah
    HP : 085885623777 / 08124214147
    E-mail : kaharbsnp@yahoo.co.id
    eltigakahar@yahoo.com
  2. Dr. Gaguk Margono
    HP : 081514526365
    E-mail : g_margono@yahoo.com

sumber : http://www.depdiknas.go.id/